Ia langsung memanjat tubuh Andi dan duduk di atas acungan pen†s Andi yang masih kokoh berdiri. Bokepindo Pantat dan pinggangnya makin bergerak liar membuat Andi tak mampu menahan lenguhannya.Tiba-tiba ganti Lira yang berinisiatif. Ia ingin dilayani juga sebagai makhluk yang juga memiliki nafsu. Tanpa ragu, ia menyisipkan jarinya dari sisi atas untuk merasakan langsung lembutnya bongkahan indah itu. Ia bisa merasakan puting Lira menyentuh telinganya saat ia berusaha membenamkan kepalanya ke sela-sela di antara dua bukit tersebut.Erangan pelan mulai terdengar keras keluar dari mulut Lira. Dilanjutkan gosokan sedikit keras yang menekan alat genitalnya. Ia tahu persis telah dihinggapi nafsu.Sejenak Lira was-was. Aroma yang cukup familiar baginya merebak dari rambut Lira yang masih basah.“Shampo loe shampo bayi ya, Deedee kan, rasa strawbery?”“Hahaha, kecium ya, kok tau sih?“Yah, elo Lir, gue kan juga pake




















