Ayo..!Aku masih diam saja. Bokep Apalagiyang dapat tertinggal? Apakah suarakumengganggu ketenangan mereka?Pelanpelan suaranya kan bisa Dek, sang supirmenggerutu sambil memberikan kembalian.Aku membalik arah lalu berjalan cepat, penuh semangat.Satu dua, satu dua. Dari iramanya bukan sedangberjalan. Kalau saja, tidak keburuwanita yang menjaga telepon datang, ia sudah melumatSi Junior. Masak tidak ada yang bisadibicarakan. Tapi sayagerah. Ia tersenyumramah. Tapi ia masihberjongkok di bawahku.Yang ini atau yang itu..? Ini kesempatankedua. Lho, salon kan tempat umum. Lalu ngomong apa? Si Junior sudahmengeras. Pijitan turun ke perut. Aku tidak dapat lagimemandanginya.Kantorku sudah terlewat. Aku masihmematung. Akudipermainkan seperti anak bayi.Selesai dipijat ia tidak meninggalkan aku.




















