Apa saya mestinya sedih atau malu? Bokepindo Dan sekarang saya dikenal juga sebagai Denok yang susunya montok, pantatnya sintal, goyangannya mantap. Meninggal waktu melahirkan anak pertama, anaknya juga tidak selamat. Mungkin dia lihat mata saya ketakutan setengah mati.“Buka kembenmu,” katanya.Dia taruh selembar uang Rp50.000 di samping saya. Saya nyaris telanjang, susu saya habis diremas-remas, bibir merah saya dilalap, dan badan saya dihimpit badan laki-laki. Yang ada saya bakal diusir, nggelandang, dan…ujung-ujungnya sama saja. Uang saya sudah habis untuk biaya pemakaman Simbok… sekarang saya mesti bayar kontrakan dua bulan…”“Hah?” Juragan melihat saya dengan aneh, “Kamu perlu uang?”“Tolong, Juragan,” saya meminta lagi, “Saya sudah ditagih, hari ini harus ada, atau saya diusir.




















