Tonn.. Bokep indo aahh..!” hanya desisan saja yang menjadi jawaban atas perlakuanku itu.Setelah itu kami berdua sama-sama lemas. tetapi Pamanku ini bisa dibilang cukup banyak istri (maksudnya simpanan). Wah, gila juga nih cewek, pikirku, apa ia tidak tahu kalau aku ini laki-laki, baru kenal sehari saja, sudah seberani ini. sshh.. Ia lebih sering memandangku, terutama ketika aku berbicara, tatapannya dalam sekali, seolah-olah dapat menembus pikiranku. sshh.. XX , jangan lupa yah!””Oke deh, tunggu aja nanti, bye!”
“Bye-bye Tonn.”Setelah telepon terputus, lalu aku mulai membayangkan apa yang akan dibicarakan, lalu pikiran nakalku mulai bekerja. Sebelum aku menutup pintu, tiba-tiba ada tangan yang menahan pintu tersebut. Lalu ia berkata kepadaku, “Tonn, mudah-mudahan kita bisa bersatu seperti ini Tonn, gua sangat sayang pada elu.”
Aku diam sejenak, lalu kubilang begini, “Gua juga sayang elu, tapi elu mesti janji




















