“Digigit?” tanyaku spontan. Bokep Aku diam saja, tak membalas.Masih dalam pangkuan Mas Agus, waktu berlalu tanpa berkata sampai mataku akhirnya terpejam kelelahan, terlelap dalam pangkuannya. Pintu kamar dimana Mas Agus dan istrinya tidur. Segera aku kembali memejamkan mataku, berpura-pura tidur. Tapi kemudian..“Indra.. Kuletakkan kembali kursi kembali ke tempatnya. Sini Mas Agus bukain bajunya.” Tanpa mendengar jawabanku, paman langsung melucuti pakaianku satu persatu sampai telanjang sama sepertinya. “I-iya.” jawabku.Kubuka mulutku agak lebar, mendekatkan wajahku sampai akhirnya mendarat di permukaannya. Kuletakkan kembali kursi kembali ke tempatnya. “Iya, udah tahu!” balasku.Mas Agus, pamanku, adalah anak dari kakak perempuan ayahku yang tinggal di sebuah kota di Jawa Tengah yang terkenal dengan candi Borobudurnya, dan di situ pulalah Mas Agus bekerja sebagai seorang tentara berpangkat sersan dua.




















