Merry dengan mulut masih tersumpal tampak terengah engah dalam bernafas mengatasi kondisi yang terjadi padanya. Dan kulihat dia melemparkan pena yang kutahu ada di meja kerjaku. Bokepindo Tak berapa lama kemudian Merry dah masuk mengikuti aku ke kamar tidur.Bau wangi harum tubuhnya sangat menggairahkan malam itu. Dan Merry tampak sedang melawan lelaki ketiga yang berusaha meringkusnya,memojokkan ke sudut kamar dan menekap mulutnya. Membuat Merry bagai tersengat listrik lagi, tubuhnya mengejat seiring usapan bulu itu pada putingnya.Dengan terampil Wok menggerakkan pena bulu itu, sengaja membiarkan ujung bulunya tidak menyentuh lingkaran susunya tetapi hanya mengusap tepat di ujung putingnya saja, membuat Merry menjerit tertahan histeris. Sesekali dia meremas lembut payudara itu, memainkan putingnya dan mengecupnya beberapa kali. Kedua tangannya mulai menggerayangi perut Merry, bergerak keatas, merasakan dada yang membusung begitu kenyal di genggaman jari




















