Jari itu meluncur teratur.. Kami berdua terpisah oleh tembok, halaman, batu, sungai kecil, pohon, jalan raya, dan sebagainya.. Bokepindo Tania sudah tak lagi mempedulikan keras erangan suaranya. Tangan Mas meremasnya lembut.. Tania kelihatan gemas sekali merasakannya.Lalu tangannya beringsut kearah belakang pungungnya, mencoba meraup kejantananku itu.“Hmm.. Kamu bisa merasakannya, ‘yang?”, aku melanjutkan.“Oocch.. “. Mas, teruskan..”, Tania mendesah lagi ketika aku terdiam sesaat.Tangannya meraba lembut di atas dadanya, dan ternyata memang benar.., putingnya telah mulai mengeras. Tania ingin diriku berhenti dulu. Tak sadar Tania meraba bibirnya dengan ujung jari. Nia juga sedang membayangkan hal itu terjadi sekarang”, Nia pun mulai benar-benar hanyut dalam fantasi yang sama denganku.Kira-kira hampir semenit kami berdua hening, tidak bersuara. Sambil terus mengulum putingnya, tanganku menjelajahi bibir halus di bawah sana.




















