“Ehm..ibu juga khan ngerti, namanya juga lelaki normal..ya suka juga” Wajahnya tampak memerah berkata begitu tapi aku melihatnya bagai gunung es yang mulai cair. ” Sungguh ..aku baru kali itu liat kamu mabuk Wid” Ujarnya sambil sebuah map berisi berisi beberapa berkas yang harus kuperiksa. Bokepindo kedua kakiku mengejang diatas meja sampai pantatku agak terangkat hingga posisi duduk-ku makin melorot!…hmmmmmmmmmmmmmmmmm!” tak dapat kulihat apa2 lagi selain ribuan kunang-kunang menari manyilaukan mataku!. “Iya bu..sudah 4 tahun” “Istriku sedang hamil” lanjutnya lagi. Tapi kembali kupikir bahwa disini atau ditempat lain sama saja. Ah itu pasti Bramanto si satpam. Lenggang dan nyaman membuat aku merasa kembali rileks. Kurasakan sejuknya air membelai tubuhku dari atas sampai ke bawah menggelitik tubuhku dengan rasa dinginnya.




















