Kok repot-repot?” katanya sungkan.“Gak papa, kok.”Aku duduk di depannya sambil tak sengaja mengelus perutku. Secara reflek, aku memegang punggungnya, sehingga kami berdua menjadi berpelukan. Bokep Hanya saja, Eki belum berani main ke rumah. Halaman RW kami yang luas hampir tidak bisa menampung jama’ah yang datang dari seluruh penjuru kota. Aku khan udah tua, dan lagian sekarang badanku kayak gini..” jawabku.Eki mengangkat wajahnya pelan dan menatapku malu-malu.“Gak kok, Ibu tetep cantik banget…” jawabnya lirih. Kali ini suamiku berhenti tertawa dan agak mendongal kaget.“Kenapa, Dek?” tanyanya heran.Kami bertiga sama-sama kaget, suamiku nampaknya juga menyadari apa yang terjadi. cantik dari mana? Aku kembali mengarahkannya, kali ini ke lubang tempikku.










