“Ayo ke kamarmu Mbok.” Hasratku masih tinggi dan harus dituntaskan. Kaget. Bokepindo Kupegang ujung telapak kakinya sambil aku terus menyodokinya. Diam saja. Dengan menggelinjang mengangkat-ngangkat paha isteriku kembali dibuat mabuk kepayang. Tidak ada. Tuussuukkhin liidaahhmu Pak.. Ehhss.. Jelas salah satu sosoknya adalah isteriku, mana mungkin aku pangling. Kupegang ujung telapak kakinya sambil aku terus menyodokinya. Gaya anjing rupanya dikenal juga oleh Si Tua ini. Pelan sekali kubuka pintu, namun hanya seukuran setengah kepala. Kupompa maju mundur tanpa tergesa. Aku jilatin lagi leher dan pipinya sampai kontolku sudah lemas tak berdaya. Jadi semakin menjadi-jadilah diriku menghabiskan waktu mengurus bisnis karena belum ada urusan lain yang memerlukan perhatianku. “Oohh.. Ada sekitar 5 menit kunikmati asap-asap racun itu sebelum akhirnya kuputuskan untuk naik ke lantai 2 di mana kamar tidur kami berada.




















