Dia tersenyum, mengangguk dan berkata “ya”, menciumnya dan menikmati bagaimana nyamannya rasa memakai cincin permata yg sangat mahal tersebut. Dia terlihat menawan, dan dia sadar akan hal itu. Bokep Kirana tersenyum padanya, kemaluannya berkilat dgn cairannya.“Aqu akan ke kamar mandi untuk membetulkan make-up, kalau Bapak memerlukan sesuatu…” dia berkata dgn mengedipkan matanya. Ini adalah saat yg diimpikannya. Kemaluannya berdenyut, dan dia membaygkan apa yg akan dilaqukannya untuk membuat hari ini lebih lengkap dan sempurna, sewaktu lonceng berbunyi nanti di pernikahannya.Saat dia membuka pintu, Bapak Franky, Damar, sedang berdiri di sana, bersiap untuk menjemputnya dan mengantarnya ke gereja. Cuma beberapa detik kemudian dia menyusulnya.Saat dia memasuki kamar mandi dan berdiri di depan sebuah kaca di atas washtafel, dan telah mengenakan sebuah celana dalem berwana putih. Damar melesakkan gagang kemaluannya sedalem yg dia mampu,














