Aku mulai sudah lelah Roni juga kelelahan. Selama satu jam aku di café itu, tiba-tiba ponselku bunyi dengan nada panggilan.Kuangkat poselku kulihat nomornya sepertinya tidak aku kenal. Bokepindo Tutik menjawab ia, tapi dia udah mau pulang bang, abang datang ya ? “abang kok tega kali merekam suara Tutik, untuk apa bang ?, abang wartawan ya ? Sekali-sekali Roni mengangkat tubuhnya dengan lembut, aku mulai merasakan nikmat bercampur sakit kurang lebih lima belas menit Roni mengerang dan terkulai lemas di sampingku.Aku memaki diriku sambil menangis, kenapa aku segampang itu mengikuti godaan setan yang menimpahku. Nanti sakit, inikan masih hujan…! Yang pasti aku tidak tahu persis apa cerita orang itu, hanya melihat Tutik dipeluk silaki-laki tadi dengan erat sambil mencium bibir Tutik di tengah-tengah lampu yang samar-samar.Lanjut cerita gadis malang itu mulai bergegas mau
















