Tanpa kata, tetapi sampai juga rupanya. Bokepindo Saya tak ingin buru-buru, saya ingin menikmati detik demi detik yang indah ini secara perlahan. Toketnya terlihat unik & menantang. Terasa sekali kalau daerah terlarang itu sudah basah & mengeluarkan banyak cairan. Hanya saja ia bilang “dasar, abang nakal!!” saya hanya tersenyum…
Kalau sudah dibilangin begitu, maka akupun kadang lebih berani lagi. Unik sebab bentuk toketnya yang memanjang & besar, mirip dengan buah pepaya. & tiba-tiba dengan ganasnya, ia melumat & mengulum senjata saya yang mulai mengendur. Satu-satunya kain yang masih tersisa. Kutundukkan muka saya untuk menjangkaunya. Pikiran & konsentrasiku tak lagi terpecah. Dari kening, ciumanku turun ke alis matanya yang hitam lebat teratur, ke hidung & sampai ke bibirnya. Kulihat ada air mata meleleh di sudut matanya.




















