Kemudian ia menutup pintu kamar kosnya. Bokepindo Cinta terdiam sejenak untuk berpikir. Om Ridwan sendiri bukanlah orang sembarangan dibidang akademisi. Sama-sama mengetahui rahasia pribadi satu sama lain. Kembali mereka berciuman. “Iya nih, Feli juga lagi sibuk bimbingan terus”.“Gitu deh Om, soalnya pembimbing Cinta agak sedikit killer orangnya”. Kompensasi? Cinta tahu benar kalau posisi kakinya saat ini membuat apa yang seharusnya tidak terlihat, menjadi terlihat.Lirikan Cinta berubah menjadi tatapan tepat saat laki-laki itu mengalihkan arah pandangannya. Akibat pertemuan tak diduga itu ternyata baik Om Ridwan maupun Cinta, nampaknya sama-sama ketakutan kalau rahasia mereka terbongkar. Om Ridwan mengangguk. saat itu terjadi diantara mereka ada yang melempar senyuman, ada pula yang langsung tertunduk malu. Jauh sekali dari kesan laki-laki mata keranjang yang suka mencicipi gadis-gadis muda.




















