Akhirnya kepala burungku berhasil menembus lubang kenikmatan itu.Kuteruskan permainanku dengan mengeluarkan dan memasukkan lagi kepala burungku. Bokepindo “Gimana mau?” tanyaku kepada gadis itu.“Mau.. Kuteruskan permainanku dengan mengitari sekitar bukit-bukit segar itu. Kini ia mulai mengikuti iramaku dengan menggerak-gerakkan pinggulnya. Dalam keadaan telanjang bulat aku berdiri dan langsung memeluk Rini yang sedang memegang kamera. Kemudian muncul erangan panjang diikuti denyut-denyut dari lembah sorganya.“Eeehhh…” desahnya. Ia merintih kenikmatan, ia pasrah saja dengan keadaan yang terjadi, karena itu aku yakin bahwa rintihan itu bukan rintihan kesakitan, kalaupun ada, maka akan kalah dengan kenikmatan yang diperolehnya.Selanjutnya kulihat burung yang beruntung itu lebih mendesak ke dalam.




















