Lidahku pun mulai mnjelajahi
dan mnjilati lorong itu. Aku tak mlihat tante Rita, Hendri ataupun Nita pagi ini. Bokepindo “Masuk angin kali tan, dahinya aga anget ne!? “E, em” jawab tante Ivone prlahan
seakan tengah mnahan sakit. Lidahku pun mulai mnjelajahi
dan mnjilati lorong itu. “Aku juga mau kok!?” ucap tante Ivone sambil mremas salah satu payudaranya hingga putingnya mnonjol kearahku. Mmbuat hatiku brdebar makin cepat. ” jelasku, brupaya memancing agar niatku tercapai. Ada sjuta kebahagian dihatiku karna mampu mrangkul tubuh si angkuh trsebut. Dan jari jemarikupun menari mmbentuk garis dipunggung tante Ivone. “Iya Nit… ” balas tante Ivone
tanpa brpaling kearahnya. “Minum dulu tan, biar enakan!” ujarku sambil mnyerahkan gelas
brisi air hangat yg kubawa.




















