Sebut saja namnya Susi. Bokepindo Di dalam boleh gak..?”
“Terrsseerraah..” desah tante Susi
Ooough.., kupercepat gerakanku, kontolku berdenyut keras, ada sesuatu yang akan dimuntahkan oleh kontolku. Ketika aku mengambil bungkus rokokku, ternyata isi rokokku sudah habis lalu dengan cepat aku melihat jam. Sebut saja namnya Susi. Malam itu bentuk sarungku sudah berubah, agak kembung, rupanya tante juga memperhatikan. Janda kembang sebelah rumah yang sangat menggoda. Setelah sampai diwarung tante Susi, terlihat warungnya sangat sepi sekali gak seperti biasanya yang sangat ramai dengan pembeli. Akhirnya semua terasa enteng, badanku serasa terbang, ada kenikmatan yang sangat luar biasa. “Rokoknya sudah habis ya.., ntar malem beli lagi ya..?” katanya penuh harap, padahal pembeli sedang banyak-banyaknya, namun mereka gak tahu apa maksud perkataan tante Susi.




















