Dia membungkuk, sehingga kedua payudaranyamenggantung bebas di depan wajahku.“Van, perah susu gue ya?” pintanya nakal. burungku semakin mengeras. Bokep sorry yaa..” aku sedikit panik.Tiba-tiba Ami tertawa kecil.“Keliatannya loe emang punya masalah deh.. Akhirnya kuputuskan untuk tidur sambil memeluk Naya. Karena nafsuku sudah sampai ke ubun-ubun, maka akal sehatku pun hilang.“Cerita doong..!” Ami kembali mendesak.“Mi.., loe mau pesta “assoy” lagi nggak?” aku memulai. Jelas saja aku selingkuh! Sekitar sepuluh menit aku menunggu sebelum akhirnya telepon genggamku berdering. Dari Ami, menanyakan dimana aku berada. Tidur! Faayy..!” aku mengguncang-guncang tubuhnya.“Umm.. Lalu ia menuju kamar mandi.“Gue begini juga karena gue lagi pengen kok. Tidak disangka, disana aku bertemu dengan Ami, sahabatku dan Naya semasa kuliah dahulu.




















