Hembusan angin yang cukup kencang seakan membuat tubuh ku ikut tergoyang. tak lama kemudian pun Dilla kembali berbisik ”aaakh… ehhm.. Bokep aroma-aromanya gue udah curiga nih” tanyaku sambil melihat dia sedang memasukan HP kedalam tas kecil miliknya.Arna hanya menatapku sambil sedikit menggigit bibir bawahnya.“Tuh Kan.. sibuk banget keliatanya sekarang” sindir Arna sambil masuk kedalam mobil.. waktu sudah menunjukan pukul 19.28 malam, saatnya untuk pergi, keluar dari lorong rumahku dengan membawa sepeda motor aku dihadapkan dengan 2 persimpangan jalan besar, atau yang biasa dinamakan dengan jalan lintas antar kota, rumahku memang berada di pinggiran kota, jadi jika aku belok ke sebelah kiri aku akan memasuki daerah hiruk pikuk gemerlap perkotaan yang pastinya ramai dengan kesibukan manusia yang tak ada habisnya apalagi dimalam minggu ini bisa dibayangkan padatnya..




















