Di kantornya, ayahku pun bukan orang yang dihormati. Aku sadar dan bisa mengerti. Bokep indo Aku merasa bahagia, sedih, senang, susah, gembira, dan entah apa lagi. Kudatangi ayahku di kantornya dan kuhajar dia hingga bibir dan hidungnya pecah berdarah. Aku tahu, Yo sangat mencintaiku. Dari dia aku belajar silat dengan giat dan tekun untuk mengisi hari-hariku di samping belajar lebih sungguh-sungguh pada pelajaranku di bangku kuliah.Di tahun yang sama, petaka datang lagi. Kurasakan ada cairan hangat mengalir di batang kemaluanku. Aku mencoba beberapa kali. Aku menangis di sana hingga tak terasa aku tertidur dan dibangunkan oleh orangtua penjaga makam.“What’s the matter, Honey…?” tiba-tiba pertanyaan Jeanne mengagetkan aku dan menyadarkanku pada situasiku yang sekarang. Malam itu (atau lebih tepatnya pagi dini hari) kulewati dengan makan bersama Jeanne (masakannya enak lho!) dan aku menginap di











