Saat itu pula aku kembali berhasrat dan nafsuku bangkit. Begitulah selalu aku keluar kota hingga pekerjaanku sangat meletihkan. Bokepindo apakah mereka cemburu atau mereka memang hanya melirik adikku yang tampan. Aku sepeti biasanya, telebih kurangtidur, terlelap di kursi. Kami segera naik taksi menuju hotel. Akua mengetahui banyak wanita sebayaku melirik-lirik ke arahku. Dia pasti sedangh membersihkan dirinya, bathinku. Biar sajalah, toh aku sedangh menikmati pelukan adikku sendiri. Aku pun membawanya. Sudah dua tahun aku menjanda, sejak kematian suamiku Amir. ya. Kami menumpang pesawat Merpati menuju tujuan kami. Yah… layaknya kami sedang berpacaranlah. Seusai dia makan, dia mulai membangunkanku dn menyuapi aku makan noodle. Aku langsung menuju kamar mandi dan menyalan air bath tub. Dia [pun tersenyum sembari menicum pipiku.




















