Selalu seperti ini.Rumah Chie terlihat sedikit gelap. Bokepindo Namun aku tak tahu harus tertawa ataukah menangis mendengar sindiran itu. “Jay, Chie menyuruhku ke sini. Dan aku masih sering menghubunginya. Ia serius. Aku hanya tertawa saat kepalannya menyentuh lenganku. Nafsu sudah memenuhi rongga-rongga kepalaku, membuatku terengah dan mendesah saat rabaanku menemukan kemaluannya di balik roknya yang tersingkap. Kuangkat telapak tangan di mataku, menariknya ke depan sehingga pipi gadis itu menyentuh pipiku. Seharusnya aku sudah bisa menduga ketidak-harmonisan hubungan mereka ketika ayah Chie meninggal dunia. Sebagai seorang kekasih dan seorang teman, tidak seharusnya ia meninggalkan Chie seperti ini, dan sekedar meneleponku untuk menyampaikan, “Ray, maaf aku tidak bisa ke rumah Chie. “Cukup segitu?” tanya Jayu lagi. Aku tahu ia masih perawan. Karena Chie lebih memilihku. Ah, Jay.




















