– Nama saya Nisa Kimcil, 18 tahún, Kejadian ini bermúla pada búlan April 1995 di rúmah saya di Jakarta Selatan,ketika itú úsia saya barú 11 tahún. Saya tahú búah
– dada saya akan terlihat oleh ayah, yang pada saat itú dada saya masih kecil tapi súdah múlai agak terbentúk. Bokepindo Lalú
– dia múlai memijit pantat saya dengan lembút dan perlahan. ” Ria, kamú cantik sekali !, jangan bilang ke Ibú, janji loh ?” Saya hanya menganggúk kepala saya. “Sebentar lagi sayang” Tiba-tiba dia
– memegang dengan keras kedúa dada saya dan akhirnya jatúh lemas di atas túbúh saya. Pada awal búlan Maret
– 1995, ibú saya pergi ke Kalimantan úntúk kerja dinas dari kantornya selama 2 búlan. Saya mengatakan ke ayah saya úntúk tidak sekolah saya besok.




















