Masih ada esok. Bokep Ah, kini ia malah berlutut seperti menunggu satu kata saja dariku. Ini kesempatan kedua. Auhh aq mau keluar ah.., Yg tolloong..!” dia mendesah keras.Lalu ia bangkit dan pergi secepatnya.“Yg.., cepat-cepat berkemas. “Ya.”Lalu aq menuju ruang yg kemarin. Ia masih dingin tanpa ekspresi. Sengaja kuperlihatkan agar ia dapat melihatnya. Kulihat di bawahku ada kain, ya seperti saputangan.“Itu kali Mbak,” kataku datar dan tanpa tekanan.Ia berjongkok persis di depanku, seperti ketika ia membersihkan paha bagian bawah. Agar kejadian kemarin terulang. Tapi eh.., seorang penumpang pakai kaos oblong, mati aq. Kaki disandarkan di dinding. Aq menanti dengan debaran jantung yg membuncah-buncah. Lalu ia mengolesi dadaku dengan cream. Lagi pula percuma, tadi saja di angkot aq kalah lawan kancing.




















