Aku berdebar-debar terus. tak ada secuil kain pun menutupi kemaluan Mbak Narsih. Bokepindo Aku terpesona sesaat. Kududukkan di kursi ruang makan. Melihat kemontokannya terasa celanaku jadi sempit. Kalo pagi aku suka menghilang di rumah Oom Yanto tetangga depan rumah untuk baca Koran atau majalah. aku terkulai di perut Mbak Narsih. Sudah kusipkan air yg kuberi sedikit obat pel yang wangi. Aku di Jogja, Mas Pras kerja di Semarang. Kedua orang tuaku sudah meninggal, Ketika itu aku baru kelas 2 SMP, Aku terpaksa ikut Mas Pras. Tiga hari aku merawat Mbak Narsih . Jangannanti sakit.ngawur.aduuuuh,,, Mbak Narsih menangis dan aku nekad menutup lukanya iu dengan sayatan-sayatan papaya mentah.




















