Aku pikir, kapan lagi? Bokep Aku sempat marah padanya dan kutantang dia berkelahi. Dari dia aku belajar silat dengan giat dan tekun untuk mengisi hari-hariku di samping belajar lebih sungguh-sungguh pada pelajaranku di bangku kuliah.Di tahun yang sama, petaka datang lagi. Untuk hidup, aku bekerja apa saja dan di mana saja. Malam itu (atau lebih tepatnya pagi dini hari) kulewati dengan makan bersama Jeanne (masakannya enak lho!) dan aku menginap di apartemennya.Pagi itu aku bangun dengan pikiran yang berkecamuk. Baru kuketahui bahwa dia adalah seorang mahasiswi dari jurusanku juga.Aku tersadar dari lamunanku saat Jeanne melepaskan pelukannya dan membalikkan badannya memunggungiku. Just wait there, watch TV or something. Akhirnya, dia berhasil meyakinkanku untuk “get over it” dan “get real” dengan situasiku. Aku sangat marah saat itu.




















