Volume air mani nya sangat sedikit…” air matanya mulai mengalir dari matanya yang indah itu,
Aku: ” hemm.. maksud aku, kamu naik apa?” tanyaku sambil memegang tangannya,
Risna: ” naik taksi” balasnya singkat,
Aku: ” terus sekarang kita nginep dimana?” ujarku saat risna menatapku,
Risna: ” hihihi.. Bokep cepet dong apa yang mau kamu katakana dan apa yang harus aku bantu?” ujarku saat setelah memesan makanan,
Risna: ” aku malu untuk bicaranya” ujarnya dengan suara lemah, mata risna berkaca kaca, lalu ia tertunduk,
Aku: ” lohh… maaf na.. gapapa dong.. kita udah sejauh ini masa bohong…” ujarnya sambil memelukku,
TING… kami sampai di lanai 4, dan kamar kami berada di pojok, kami berjalan, jantungku sudah berdetak kencang, rupanya aku sudah mulai bernafsu, bagaimana tidak nafsu !




















