Akhirnya kami tiba di kamar pengantin dan Asmarani mengunci pintu kamar.Aku berdecak kagum atas keindahan dan kemewahan kamar pengantin itu. Kami melenguh puas sambil terkulai di atas ranjang pengantin yang sepreinya sudah acak-acakan tak karuan karena kebinalan Asmarani dan aku juga. Bokepindo Soalnya seumur-umur aku belum pernah melihat ada ikan bisa berkedip-kedip bahkan menangis.”“Sebaiknya taruh saja ikan itu di laut, Yas. Lalu apa hubungannya denganmu?” tanyaku.“Karena akulah ikan itu.”Aku sangat terkejut mendengar pengakuannya.“Bagaimana ceritanya engkau menjadi seekor ikan?”“Pada intinya begini, suatu saat iblis pengusa laut Cina Selatan ingin merampas daerah kekusaanku. Hingga kami larut dalam ciuman yang cukup panjang. Dan dan aku siap menghujamkan senjata andalanku yang sudah menegang ke dalam gua pribadi Asmarani yang sudah lembab.Kemudian aku merangkak naik dan menindih tubuh Asmarani yang susah sangat bergairah itu.




















