Namun aku tidak sepenuhnya percaya padanya, ibarat gelas yang retak amat sulit rasanya untuk menerimanya kembali utuh.Perlu waktu untuk mengembalikan proses kembali sedia kala.Kini aku kembali kepada kehidupanku. Aku merasa malu saat di sentuh tadi. Bokepindo Cairan di liangku ia telan dan aku kecewa dengan sikapnya tadi.Aku gagal mendapatkan orgasme untuk yang kedua kalinya. Mungkin ia telah terperdaya wanita simpanannya di daerah itu. Maka, semua itu aku pendam saja di dada, aku hanya berasumsi positif saja,mungkin itu adalah bunyi musang atau tikus yang berjalan mencari makanan di malam hari. Aku seakan melupakan segala kesalahan suamiku. Suara kehebohan itu berada dihalaman rumahku. Dengan kedua tanganku aku raih kepala Bang Roji,seakan tak rela ia menyudahi tindakannya itu.Saat ini aku tak peduli lagi siapa Bang Roji dan apa statusnya,yang penting saat ini bagiku,bagaimana dahagaku terpuaskan.




















