Pikiranku menjadi kacau. Bokepindo Kutengok Linda masih tertidur pulas menghadap ke dinding. Aku masih belum dapat berkonsentrasi. “Tapi kamu suka kan, Roy..?” Kata-katanya terdengar jelas setengah merayu. Aku mencoba untuk mengingat-ingat kembali. Mulutku seakan terkunci rapat, tak dapat bicara ketika kemudian wanita itu berhasil mengeluarkan batang-tubuhku dari sarangnya dan kemudian membenamkan kepalanya di antara pangkal pahaku. Aneh, pikirku. Kulihat celana pendek hitamku tergeletak pada sebuah bangku kecil di depan meja rias itu. Aku berdiri di depan kloset, melepaskan urine yang sudah tak dapat kutahan. Kurasakan ujung kemaluanku mulai berdenyut-denyut siap memuntahkan laharnya. Aku menarik napas sesaat. Ia menceritakan hari-harinya di kantor siang itu, mengutarakan rencananya nanti malam, dan menceritakan aktivitas tambahan yang dilakukannya tadi pagi. Tak lama muncul seorang wanita berpenampilan seksi yang tampak lucu dan ganjil karena usianya yang telah lanjut.




















