Aku bertekad, selain memuaskan nafsu ku sendiri, aku juga mahu emak turut merasakan kepuasan hasil penangan zakar anak kandungnya ini. Emak terbaring lemah di atas katil. Bokep Lehernya ku kucup dengan berahi. Aku terus merogolnya sepuas hati ku. Punggung lebar emak yang besar itu semakin tonggek lantaran beban yang dibawa di perutnya. Meski pun air matanya semakin kelihatan mengering di pipi, namun dari ekor matanya ku pasti dia masih tidak merelakan apa yang sedang ku lakukan ke atasnya. Aku yang sememangnya terangsang dengan tubuh emak seperti biasa melakukan onani di belakangnya yang tidur mengiring membelakangi ku. Meleleh air mani ku mengikut keluar dari terowong nafsu emak ku, menandakan jumlah air mani yang ku lepaskan di dalam tubuh montoknya itu sungguh banyak dan lebih dari cukup untuk membuntingkannya.




















