Pukul setengah 11 malam Sokren menelponku. Bokepindo Jadilah aku hanya bercelana dalam berbungkus selimut tidur disamping Sokren.Sekitar jam 3 dinihari, aku terbangun karena seperti mendengar suara tangis. Di sinilah aku merasakan perbedaan antara memek Sokren dengan memek milik Ika, Icha dan Eta yang pernah kurasakan seblumnya. Hubungan kami sempat berjalan selama sekitar 2 tahun, sampai akhirnya dia dijodohkan dengan seorang pria tetangga kampungnya di Pekalongan. “mmaaasss….aaaccchhhh….eeennna aakkkk” teriaknya tertahan dengan suar bergetar. Aku pun turun dari spring bed dan duduk di kursi berlengan yang ada dalam kamar itu. Kucium bibirnya sambil kubelai-belai toketnya. pipis….” belum sempat aku menarik kepalaku dari pangkal pahanya, justru kedua paha itu menjepit kepalaku, kedua tangannya menekan kepalaku semakin mendekati memeknya dan pinggulnya diangkat tinggi-tinggi. Sedikit ja’im aku kemudian duduk, “kamu mau tak tungguin disini atau aku pulang




















