serentetan pertanyaan itu aku lontarkan pada Venti ketika aku sudah berdiri di depan pintu kamarnya.Ia nampak kebingunan menjawabnya satu persatu, sehingga ia hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya ke arahku memanggilku masuk.Mari masuk Kak, aku sangat merindukanmu. Tapi tetap aku coba siapa tahu bisa berhasil, ternyata betul berhasil katanya sambil duduk sekitar 30 cm dari tempat di mana aku duduk.Akupun tadi kaget dan merasa takut ketahuan istri ketika kuterima teleponmu. Bokep Sudah lama kucari alamatmu dan ingin bertemu denganmu, tapi baru kali ini aku sempat. Biarlah aku yang mengalami nasib buruk ini katanya menyadarkanku kalau aku selama ini hidup rukun bersama istri.Kalau memang tujuanmu satusatunya ke sini hanya untuk bertemu denganku, maka bersyukur dan berbahagialah sekarang karena kita sudah ketemu dan marilah kita saling melepaskan kerinduan kita mumpung masih sempat dan masih pagi




















