teruskan.., teruskan Yogi..!” desah Bu Eni dengan pasrah dan memelas. Bokepindo Maklum, keadaan ekonomi orangtuaku juga biasa-biasa saja, tidak kaya juga tidak miskin. Selain tinggi badan seukuran orang-orang bule, kata temanku wajahku lumayan. “Apa saja Bu..!” kutegaskan sekali lagi perkataanku dengan spontan.Sesaat kemudian tanpa kusadari Bu Eni sudah berdiri di belakangku, ketika itu aku masih duduk di kursi sambil termenung. Terdengar lagi suara Bu Eni merintih, “Oh.. Akhirnya aku mulai menyadari bahwa posisiku tidak beda dengan gigolo.Kudengar Bu Eni berkata, “Selama kamu masih belum wisuda, tetaplah menjadi teman dan kekasih Ibu. Apalagi kenangan manis.Sekarang aku belajar di salah satu perguruan tinggi swasta di kota S, mengambil jurusan ilmu perhotelan. Kuterima kartu nama yang berisi alamat itu.Sejenak kutermangu, kembali aku dikagetkan oleh suara Bu Eni, “Yogi, pulanglah, pakai kembali pakaianmu..!”
Tanpa basa-basi lagi, aku




















