Sejak Tina bersuara, aku sudah berhenti dan diam di dekat pintu kamar mandi. Bokep Saat itu aku diminta adikku untuk menjaga rumahnya karena keluarganya akan pergi hingga sore hari. Aku menyentil-nyentil, kuputar-putar seperti mencari gelombang radio. Kubuka kaosku dan kusampirkan di cantolan yang menempel di tembok. Kepalanya tertunduk menghadap air di bak mandi. Mataku kuarahkan menatapnya. sebuah lonceng menggema di kepala. Tina juga menatapku. “Emm..kamu mau tak mandiin juga ?“, kepalang basah, kutawarkan permintaan seperti dia tadi. Tina agak malu rupanya, tetapi ada sedikit senyum di sana. ”Makasih ya”, ujarku. Aku mencuci tangan dan mengembalikan sabun padanya. Rambut dan kepalanya kubelai dan kuremas-remas. Dengan satu hentakan dalam kumuntahkan magma berkali-kali. “Bapak saya mandiin dulu ya”, kata Tina. Jari tengah kanan kumasukkan sedikit dan kusentuhkan pada dinding atas vaginanya, sedang jempol kananku kutekan-tekankan




















