“Tidak, Nyonya. Bokep indo Tapi aku perlu yang bisa setir mobil. Juga suaminya yang lebih sering berada di luar kota atau ke luar negeri. Tidak ada satupun yang melirik apa lagi memperhatikan lamaran dan ijazahku. “silakan kalau bisa.” Waktu di kampung aku sering bantu-bantu paman yang buka bengkel motor. Apa lagi mobil. Jangankan hanya ijazah SMP, lulusan sarjana saja masih banyak yang menganggur. “Nyonya”. Sungguh aku tidak menyangka sama sekali Ternyata ijasah yang kubawa dan kampung hanya bisa dipakai untuk jadi pembantu. Dan aku juga menempati kamar lain yang jauh lebih besar dan lebih bagus. Ahh.., Cepetan dong, aku sudah nggak tahan nih..”, desah Nyonya Wulandari dengan suara rintihannya yang tertahan.Nyonya Wulandari menjepit pinggangku dengan sepasang pahanya yang putih dan mulus. Aku tahu apa yang diinginkan Nyonya Wulandari. “Cari kerja”, sahutku tetap polos.




















