Aku sengaja menyibukkan diri di belakang apabila pagi-pagi Pak Toyo datang mengantar ibu ke kios. Sprei morat-marit dan kulihat bercak darah di sprel itu. Bokep indo Kulihat jam dinding, Wah.., Sudah tiga jam aku berada di rumah itu. Ketika aku pulang, aku yang menggantikan menjaga kios dan adik masuk untuk belajar.Untuk beberapa hari lamanya aku sengaja tidak ingin bertemu Pak Toyo. Entah bagaimana, aku pasrah saja dan bahkan begitu mendambakan sentuhan seorang lelaki. “Kalau kamu berteriak, semua tetangga akan berdatangan dan ibumu akan sangat malu”, katanya dengan suara serak. Mulutku sudah mau berteriak tetapi kata-kata Pak Toyo sekali mengusik hatiku. Namun di saat-saat ada kesempatan dan Pak Toyo mendatangiku serta mengajak “bermain” aku tak pernah kuasa menolaknya.










