Gagah tapi sedikit rapuh, merantau dari keteduhan kota kecilnya di pelosok Sumatera. Rasa bimbing menghantuinya, baru saja Tante Cesty menelepon kerumah pamannya, meminta bantuan Anku memindahkan barang. Bokepindo Pendidikan tingginya digeluti dengan biaya seadaanya. Makan Siang ditemani Tante Cesty bukanlah yang menyenangkan bagi Anku, rasa malu dan hormat menimbulkan kejengahan pada Anku.Tepat di sebelah Anku Tante Cesty sedang memainkan pisau membentuk lingkaran pada buah apel ranum. Selang beberapa waktu mereka terlihat asyik meneguk minuman juice diruang makan keluarga. Batangnya yang besar dan berwarna cokelat gelap, di hiasi urat-urat sebesar anak korek api menjalar keseluruh senti dari batangnya, bagaikan akar pohon beringin yang mencekeram bumi.




















