Dan aku?Well…, Ia memang luar biasa, tapi availability ialah segalanya, bukan? Bokepindo Belum sempat aku membuka mata, aku sudah merasakan jilatan lidahnya membasahi leherku yang jenjang, merambat menyusuri bahuku…, hangat sekali rasanya.“Nngg…”, Aku mulai merintih pelan sambil menengadahkan kepalaku. Wajahnya pun biasa saja, tampang orang pengejar karir di usia pertengahan duapuluhan.“Sedang lembur juga, Mbak?”, Tanyanya mencoba mencairkan suasana sepi.“Iya, biasa, Mas, akhir bulan. Jilatan dan hisapan mulut Albert kian buas menerpa kewanitaanku. sampai-sampai aku perlu meyakinkan diri kamu lagi?”“Hihihi, ada-ada saja. Aku berusia 26 tahun dan bekerja di sebuah perusahaan swasta di Surabaya pada posisi yang cukup menyenangkan baik secara status maupun secara ekonomi. Karena waktu sudah sangat sempit, aku memutuskan untuk bekerja overtime sampai selesai.Gedung perkantoran tempatku bekerja tergolong pelit, mereka mematikan lampu dan listrik utama setelah lewat pukul enam sore.




















