Pak Anton rela bersusah payah membelikannya perhiasan-perhiasan yang indah dari luar negeri yang pastinya amat mahal. Apa kamu serius?!” tanya Pak Anton dengan sorot mata tajam untuk memastikan takluknya Sasha.“Iya Pak… Saya serius…” Sasha hanya mengangguk pelan dan tertunduk pasrah menjawab pertanyaan Pak Anton itu.Pak Anton segera beranjak dari kursinya begitu mendengar pernyataan “kekalahan” Sasha itu. Bokep Sasha menyimak penjelasan itu dengan baik. Lagian kamunya juga sih! Surat itu beserta sebuah bolpen lalu disodorkan ke hadapan Sasha. Koper Sasha dimasukkan ke bagasi dan mobil itu pun segera melaju ke daerah Puncak. Namun sebelumnya, ia merasa penasaran akan isi disket yang ditujukan ke Aldy.Maka Pak Anton kembali menyalakan komputernya dan memasukkan disket itu.




















