“Ray, masih ingat kamu pernah berkata bahwa kamu hanya mau berhubungan seksual dengan gadis yang bukan perawan,” Chie tertawa kecil. Seandainya hal ini benar, mungkin pelabuhanmu sudah dekat di depan mata.Sementara aku pun akan tetap tenggelam dalam tarian jemariku di atas tuts-tuts mesin tik tua kesayanganku, dan gadis-gadisku tentu saja. Bokep indo Sudah kuduga. Jay, kembaranku. Kaki-kaki Chie mulai melingkari pinggulku yang bergerak-gerak menekan. Jay terlihat diam, matanya masih terpejam. Keperawanan itu datang dari hati, bukan dari sekedar selaput dara ataupun yang biasa disebut orang-orang darah malam pengantin.”
Kunyalakan batang rokok di sudut bibirku. Wajahnya melukiskan kebahagiaan dan ketenangan. Seharusnya aku sudah bisa menduga ketidak-harmonisan hubungan mereka ketika ayah Chie meninggal dunia. Aku, aku?




















