Oogghh.. Bokepindo Tak terasa sudah satu botol kami habiskan berdua. Nih,” katanya sambil mengasongkan toketnya ke depan.“Diemut juga boleh Wan.” tambahnya.Aku yang sudah mabok alkohol, semakin pusing karena ditambah mabok kepayang akibat tantangan Mpok Anah.“Boleh pok?” tanyaku lugu.“Dari dulu kan Mpok udah pengen buka “segel” Irwan. Semakin mabok rasanya. Setiap kali satu kancing baju terlepas, mpok Anah mengecup bagian tubuhku yang terbuka. Dia mempunyai 3 orang kakak perempuan. Mpok Anah kemudian melepaskan rok dan bra yang dipakainya dan sekarang tinggal CDnya saja yang masih tersisa. Lagi, dia menekan kepalaku untuk mencapai teteknya yang semakin mencuat pentilnya. Dia menatapku dengan tajam, lalu bertanya.“Wan, kamu bener-bener pengen ngeliat memek mpok?”Aku mengangguk, karena pertanyaan ini membuatku tidak bisa menjawab. Biar mpok awet muda Wan.” kata mpok Anah.Aku tak mengerti maksud mpok Anah, tapi yang jelas,




















