Aku masih berpikir apa aku harus menampar muka Randi dan mengusirnya. “Maaf mbak bu Ida ada?”, tanya seorang tamu tadi. Bokep “Oh ya, bilang saja saya Randi. Yang aku takutkan kalau-kalau pembantuku mendengar, masuk ke ruang tamu dan melihat apa yang terjadi di ruang tamu ini. oohh.. Bibi..”, Aku memanggil pembantuku.Pembantuku datang dengan lari–lari kecil dan menyahut panggilanku.“Ada apa bu?”
“Bibi sekarang ke pasar beli buah buat persediaan anak–anak”, perintahku.Kebetulan buah–buahan yang dikulkas telah habis.“Tapi bu, saya sedang masak”, bantah pembantuku. Sungguh aku merasa nikmat, walau aku merasa bersalah terhadap keluargaku. “Terimakasih ya, tapi Randi jangan memuji terus, karena tidak enak aja kedengaranya”, jawabku halus. Setelah nafas kami mulai mereda, lalu dia berkata,“Bu, aku cabut ya punyaku”, dan sebelum dia menghabiskan perkataannya, aku cengkeram punggungnya dengan kedua tanganku dan aku berkata.




















