Dahi atau…Bukan. Bokepindo Lagian Mama kan gak ada. Jadi seharusnya Reni memanggil Bang atau Mas atau Kang dan sebangsanya.Tapi kami sudah terbiasa saling panggil nama saja. Aku pun bangkit dan melangkah ke arah pintu kamar mandi.Aku pun mandi sebersih mungkin. Mungkin ini pertanda nafsu syahwatku mulai hadir. Kamu sendiri gimana ? Lalu kami menuju sepeda kami yang digeletakkan tak terlalu jauh dari celah bukit batu karang yang mirip gua kecil itu.Beberapa saat kemudian kami sudah mengayuh sepeda kami masing-masing, menuju pulang ke rumah bibiku.Setibanya di rumah, aku langsung berkata, Cepetan mandi gih. Maklum di masa itu belum trend kamar mandi yang bersatu dengan kamar tidur.Iya, badanku masih berpasir-pasir. Dengan menggamit bibirnya, lalu menjilatinya seperti dalam film-film yang pernah kutonton.Reni pun menanggapinya dengan hal yang sama.




















