Aku menikmati
saat itu. Dalam tidur aku bermimpi. Bokepindo Tangan Kak Tina yang kanan mencengkeram pahaku. Kabar yang
dibawanya dari dokter membuat seisi rumah tersentak. Aku? Tanganku pun bereaksi lebih berani, meremas pahanya yang kiri dan
kanan. Tapi entah
kenapa, sangat mengundang gairah lelakiku saat itu. Sedang Kak Tina ke dapur. Samar-samar
kuamati ada sekumpulan rambut di sana. Kak Tina mengambil novelnya, hendak menyimpannya di
dalam lemari. Bau yang membuat kejantananku langsung bertambah
kencang. “Mimpi apa kamu, Sapto?”. Kamu masih kecil dan polos”, Katanya. Hanya itu saja. Juga Nick Carter. Kak Tina tidak ada di rumah. “Ya sudah, ganti pakaian dan makan…, Aku siapkan dulu”
Aku
masuk kamar, lalu mengambil celanaku.




















