Kemarahanku pun sangat reda. ohhss.. Bokep Lalu kuhentikan dan aku berdiri sejenak. Aku seperti kesetanan sewaktu menjilati liang kemaluannya. uhh.. Kuhirup bau wangi rambutnya. Ah, putih sekali, dengan tinggi 165 cm berat 50 kg Aya kelihatan sangat sexy. aku pulang dulu ya?” kataku sambil berjalan ke arah pintu.“Ben..” panggilnya lirih. Lalu perlahan aku seakan mau membisikkan sesuatu, kupegang kepalanya lalu kucium bibirnya pelan. Hai..” sahutku lirih. Kunyalakan radioku. Kupermainkan karpet. Lalu kugeserkan kemaluanku ke wajahnya. bukan untuk perayaan atau kesedihan tapi ketololan. Kumundurkan kursi mobil dan mulai memejamkan mata. Yup, cemburu. Tanganya mulai menggapai sandaran sofa di atasnya. Ah bagus tidak berbau. shh..” Aya mulai mengernyitkan alisnya. sshh.. Ah harum sekali rambutnya. “Ssst..” jawabku sambil mencium pipinya. Ia hanya memandangiku saat aku berlutut di depannya.




















