Rasanya dengan uang yang kukeluarkan aku bisa mendapatkan lebih dari yang kuharapkan. Ia hanya menggerinjal dan berkata”Sabar dulu Mas, nanti saja”. Bokepindo Setelah mengambil kunci maka kami masuk ke dalam kamar yang dimaksudkannya. Aku duduk di depannya.“Baru pulang kerja, Mas?” tanyanya ramah. Ketika kutanya apakah namanya hanyalah nama profesi atau nama sebenarnya, ia mengeluarkan KTP-nya dan menyerahkannya padaku. Aku diam dan berpikir sejenak. Aku tahu ia ingin aku segera menyelesaikannya.Kutindih dan kucium bibirnya. “Tidak semua kamar ada cerminnya. Namun tidak setiap kali bertemu kami lalu bergulat di atas ranjang. Ia menoleh sambil menghentikan langkahnya. Ia tersenyum dan mengajakku membersihkan badan.Selesai membersihkan badan, kami masih sempat ngobrol-ngobrol sebentar hal-hal mengenai dirinya.




















