Lima menit kemudian aku menyepongnya dan dia mengelus-elus rambutku.“enak Han…” desahnyaAku tak sadar betapa gilanya permainanku dengannya. Bokepindo Tadinya aku enggan untuk menceritakan semua ini. Kumisnya cukup tebal dan rambutnya keriting. Aku menyiapkan kamar sementara suamiku masih menemani para tamu terdekat sambil minum kopi.Ketika aku mengantar Ki Jaya ke kamarnya. Banyak penonton yang hadir saat itu. Dan akupun bersedia untuk memijitnya. Tiba-tiba dia berkata“ Han kamu seneng dengan pagelaran bapak?”“iya pak, bagus sekali pertunjukannya.” Jawabku“kamu temani bapak ya?” katnya lagiAku sempat heran dan kurang mengerti dengan perkataanya. Keadaan dirumahku memang banyak orang yang sekdar bantu-bantu di rumah. Sekitar pukul 2 subuh pagelaran usai dan para penonton berangsur pulang. “tapi pak, jangan pak ah” aku sedikit berontak tapi tak berani berteriak karena takut terjadi apa-apa nantinya.“ gak apa-apa Han, ayo buka pakaianmu!” perintahnya“aku




















