berderu menjadi satu irama tak teratur, kami lepas kontrol merasakan dalam kenikmatan bersenggama, seperti tenggelam dalam bawah sadar suasana rindu dan nafsu yang menyatu.Sesekali kami menundukkan kepala rendah rendah .. Bokepindo . Kamipun harus pindah ke bilik pojok sebelah jalan masuk ke bilik yang lain. Sudah setengah jam sudah aku dan dia berkeliling kota sekedar mencari tempat chit-chat sejoli yang dirundung kerinduan bercampur hasrat mendalam. “yakin sayang? aku hanya bisa menggigit bibir menahan jari-jarinya yg memainkan putingku“ahhh.. Tapi siapa pikir?! “yakin sayang? Hari itu yang kami tau kami seperti terlelap dalam kenikmatan dalam derasnya hujan tanpa mengindahkan keadaan bilik sekitar kami. langsung saja aku memesan minuman dan ambil bilik pojok sisi terdalam, niatnya sih biar kalo ngobrol ga kedengeran dari luar dan nggak ada iklan lewat depan bilik.




















