Aku menangis sejadi-jadinya menyesali keperawananku yang direngutnya tepat di hari ulang tahunku yang ke-17 itu. Bokep Sampai jarakku yang cukup dekat dan kudengar salah satu dari mereka berbicara membentak-bentak akupun berhenti dan mengintip dari balik sebuah pohon.“Sudahlah pak!Kenapa tak mengaku saja dan bapak kembalikan saja hp-nya itu sehingga bapak tidak dapat masalah!”ujar seorang ibu ikut menasehati. Itu justru merupakan sanjungan buatku. Berikutnya kaitan bra-ku menyusul ia lepaskan. Aku sama sekali tak ingin tahu. Raut kecemasan membias di wajah tuanya. Hari ini merupakan grand opening bagi cabang bank itu di kota S. Aku mencoba berusaha mendekat agar aku bisa mendengar suara percakapan mereka dan dapat melihat wajah tua itu saat ketakutan namun aku tak boleh terlihat baik oleh mang Gimin atau oleh keempat pemuda tadi.




















